aku terbelenggu menanti hadirmu
tanpa engkau tahu
ketika emosi penuh di dalam nadi
hati tetap hadir meski tak terucap waktu
aku termangu menunggu waktu
terdiam yang kunjung tiba
cepat bak angin saat kaburkan abu
tanpa dirimu mengerti
ketika ucap tak diucap buah bibirku
jantung tetap kuberikan andai engkau boleh memiliki
aku terjaga dari belenggu
sebab manismu keluar dari tangisanku
tanpa wajahmu ragu
ketika bersatu kedua alis keriput ini
tangan tetap kurentangkan jika engkau ingin memelukku
--subkhan sarif--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar